
Di era globalisasi ini, akselerasi teknologi dan arus informasi sangat mempengaruhi lifesyle pelajar di Indonesia, khususnya Tarakan. 7 dari 10 pelajar Tarakan membawa handphone mereka ke sekolah. Bagi pelajar, pergi sekolah tanpa handphone laksana sayur tanpa garam. Persoalannya sekarang, seberapa besar peranan handphone di sekolah?
Beberapa pelajar mengatakan handphone sangatlah penting untuk memudahkan berkomunikasi dengan orang tua mereka dan juga fasilitas yang ada di handphone dapat membantu mereka dalam belajar di sekolah, contohnya fasilitas kalkulator, recorder, converter dan lain – lain. Namun ada juga segelintir pelajar mengatakan bahwa handphone dapat menggangu proses kegiatan belajar mengajar di kelas dan juga handphone digunakan pelajar yang malas sebagai sarana untuk mencontek / saling menukar jawaban dengan fasilitas SMS pada saat ujian. Selain itu juga dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat di kalangan pelajar untuk memiliki handphone yang terkini dan tercanggih. Seterusnya akan mewujudkan jurang diantara pelajar yang mampu dan tidak mampu.
Masalah kecurian handphone juga pasti bisa tejadi di sekolah dan akan menyebabkan psikologi pelajar dan guru akan terganggu. Walau apa pun alasannya, kita tidak boleh menampik sisi positif dan sisi negatif yang dibawa oleh handphone. Tetapi yang pastinya, kita tidak mampu untuk menolak akselerasi teknologi, perlu atau tidak pelajar menggunakan handphone di sekolah tergantung pada pemikiran masing – masing individu.



